<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Atap7&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://atap7.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://atap7.wordpress.com</link>
	<description>renungan kristen, wallpaper, lirik lagu rohani</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Apr 2011 00:04:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='atap7.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/36aae34eb6177e3b702d3523eb9f2b2d?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Atap7&#039;s Blog</title>
		<link>http://atap7.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://atap7.wordpress.com/osd.xml" title="Atap7&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://atap7.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>GPPS Kristus Ajaib</title>
		<link>http://atap7.wordpress.com/2011/03/24/gpps-kristus-ajaib-2/</link>
		<comments>http://atap7.wordpress.com/2011/03/24/gpps-kristus-ajaib-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Mar 2011 11:37:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atap7</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atap7.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[&#160;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=153&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=68_aGUTi9us"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://atap7.wordpress.com/2011/03/24/gpps-kristus-ajaib-2/"><img src="http://img.youtube.com/vi/68_aGUTi9us/2.jpg" alt="" /></a></span></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atap7.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atap7.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atap7.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atap7.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atap7.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atap7.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atap7.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atap7.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atap7.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atap7.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atap7.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atap7.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atap7.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atap7.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=153&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atap7.wordpress.com/2011/03/24/gpps-kristus-ajaib-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/393e47f8dbf185b5da60bddc8a48a3b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atap7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUSH &#8211; Pray Until Something Happens</title>
		<link>http://atap7.wordpress.com/2009/11/18/push-_-pray-until-something-happens/</link>
		<comments>http://atap7.wordpress.com/2009/11/18/push-_-pray-until-something-happens/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 11:13:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atap7</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atap7.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi terang, dan nampaklah Sang Juruselamat. Tuhan berkata padanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukannya. Lalu Tuhan menunjukkan padanya sebuah batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya. Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Bertahun- tahun ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=137&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi terang, dan nampaklah Sang Juruselamat. Tuhan berkata padanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukannya.</p>
<p>Lalu Tuhan menunjukkan padanya sebuah batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya.</p>
<p>Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Bertahun- tahun ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya sering menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia.<span id="more-137"></span></p>
<p>Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblispun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya “Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya.”</p>
<p>Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki itu bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah.<br />
Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah semangat.</p>
<p>“Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini ?” pikirnya.<br />
“Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik.”</p>
<p>Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan membawa pikiran yang mengganggu itu kepada Tuhan.</p>
<p>“Tuhan,” katanya “Aku telah bekerja keras sekian lama dan melayaniMu, dengan segenap kekuatanku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?’”</p>
<p>Tuhan mendengarnya dengan penuh perhatian,”Sahabatku, ketika aku memintamu untuk melayaniKu dan kau menyanggupi, Aku berkata bahwa tugasmu adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu seperti yang telah kau lakukan. Tapi tidak sekalipun Aku berkata bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah benar? Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus- menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi panggilanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmatKu. Ini yang kau telah selesaikan. Aku, sahabatku, sekarang akan memindahkan batu itu.”</p>
<p>Terkadang, ketika kita mendengar suara Tuhan, kita cenderung menggunakan pikiran kita untuk menganalisa keinginanNya, sesungguhnya apa yang Tuhan inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan setia kepadaNya….</p>
<p>Dengan kata lain, berlatih menggeser gunung-gunung, tetapi kita tahu bahwa Tuhan selalu ada dan Dialah yang dapat memindahkannya. Ketika segalah sesuatu kelihatan keliru…. lakukan P.U.S.H. (PUSH = dorong) Ketika pekerjaanmu mulai menurun…. lakukan P.U.S.H.<br />
Ketika orang-orang tidak berlaku seperti yang semestinya mereka lakukan….<br />
lakukan P.U.S.H.<br />
Ketika uangmu seperti “lenyap” dan tagihan-tagihan mulai harus dibayar….<br />
lakukan P.U.S.H.<br />
P. Pray<br />
U. Until<br />
S. Something<br />
H. Happens<br />
PUSH = Pray Until Something HAPPENS!! (Berdoalah sampai sesuatu terjadi)</p>
<p><a href="http://toccatafugue.wordpress.com/2008/12/28/push-pray-until-something-happens/" target="_blank">source :</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atap7.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atap7.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atap7.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atap7.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atap7.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atap7.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atap7.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atap7.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atap7.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atap7.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atap7.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atap7.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atap7.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atap7.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=137&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atap7.wordpress.com/2009/11/18/push-_-pray-until-something-happens/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/393e47f8dbf185b5da60bddc8a48a3b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atap7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pencuri Impian</title>
		<link>http://atap7.wordpress.com/2009/11/05/pencuri-impian/</link>
		<comments>http://atap7.wordpress.com/2009/11/05/pencuri-impian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 15:47:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atap7</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atap7.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol dibanding dengan rekan-2nya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan yang diadakan. Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=133&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol dibanding dengan rekan-2nya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan yang diadakan. Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepukan kepadanya.<span id="more-133"></span>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suatu hari, di kotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat,dan dari tangan dinginnya telah banyak dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya. Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai sang pakar di belakang panggung, seusai sebuah pagelaran tari.</p>
<p>Si gadis muda bertanya &#8220;Pak, saya ingin sekali menjadi penari kelas dunia. Apakah anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya menari ? Saya ingin tahu pendapat anda tentang tarian saya&#8221;.</p>
<p>&#8220;Oke, menarilah di depan saya selama 10 menit&#8221;,jawab sang pakar.</p>
<p>Belum lagi 10 menit berlalu, sang pakar berdiri dari kursinya, lalu berlalu meninggalkan si gadis muda begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah katapun. Betapa hancur si gadis muda melihat sikap sang pakar.Si gadis langsung berlari keluar. Pulang kerumah, dia langsung menangis tersedu-sedu. Dia menjadi benci terhadap dirinya sendiri. Ternyata tarian yang selama ini dia bangga-banggakan tidak ada apa-apanya di hadapan sang pakar. Kemudian dia ambil sepatu tarinya, dan dia lemparkan ke dalam gudang. Sejak saat itu, dia bersumpah tidak pernah akan menari lagi.</p>
<p>Puluhan tahun berlalu. Sang gadis muda kini telah menjadi ibu dengan tiga orang anak. Suaminya telah meninggal. Dan untuk menghidupi keluarganya, dia bekerja menjadi pelayan dari sebuah toko di sudut jalan. Suatu hari, ada sebuah pagelaran tari yang diadakan di kota itu. Nampak sang pakar berada di antara para menari muda di belakang panggung. Sang pakar nampak tua, dengan rambutnya yang sudah putih. Si ibu muda dengan tiga anaknya juga datang ke pagelaran tari tersebut. Seusai acara, ibu ini membawa ketiga anaknya ke belakang panggung, mencari sang pakar, dan memperkenalkan ketiga anaknya kepada sang pakar. Sang pakar masih mengenali ibu muda ini, dan kemudian mereka bercerita secara akrab.</p>
<p>Si ibu bertanya, &#8220;Pak, ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati saya. Ini tentang penampilan saya sewaktu menari di hadapan anda bertahun-tahun yang silam. Sebegitu jelekkah penampilan saya saat itu, sehingga anda langsung pergi meninggalkan saya begitu saja, tanpa mengatakan sepatah katapun?&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh ya, saya ingat peristiwanya. Terus terang, saya belum pernah melihat tarian seindah yang kamu lakukan waktu itu. Saya rasa kamu akan menjadi penari kelas dunia. Saya tidak mengerti mengapa kamu tiba-2 berhenti dari dunia tari&#8221;, jawab sang pakar.</p>
<p>Si ibu muda sangat terkejut mendengar jawaban sang pakar. &#8220;Ini tidak adil&#8221;, seru si ibu muda. &#8220;Sikap anda telah mencuri semua impian saya. Kalau memang tarian saya bagus, mengapa anda meninggalkan saya begitu saja ketika saya baru menari beberapa menit. Anda seharusnya memuji saya, dan bukan mengacuhkan saya begitu saja. Mestinya saya bisa menjadi penari kelas dunia. Bukan hanya menjadi pelayan toko!&#8221;</p>
<p>Si pakar menjawab lagi dengan tenang &#8220;Tidak &#8230;. Tidak, saya rasa saya telah berbuat dengan benar. Anda tidak harus minum anggur satu barel untuk membuktikan anggur itu enak. Demikian juga saya. Saya tidak harus menonton anda 10 menit untuk membuktikan tarian anda bagus. Malam itu saya juga sangat lelah setelah pertunjukkan. Maka sejenak saya tinggalkan anda, untuk mengambil kartu nama saya, dan berharap anda mau menghubungi saya lagi keesokan hari. Tapi anda sudah pergi ketika saya keluar. Dan satu hal yang perlu anda camkan, bahwa anda mestinya fokus pada impian anda, bukan pada ucapan atau tindakan saya. Lalu pujian? Kamu mengharapkan pujian? Ah, waktu itu kamu sedang bertumbuh. Pujian itu seperti pedang bermata dua. ada kalanya memotivasimu, bisa pula melemahkanmu. Dan faktanya saya melihat bahwa sebagian besar pujian yang diberikan pada saat seseorang sedang bertumbuh, hanya akan membuat dirinya puas dan pertumbuhannya berhenti. saya justru lebih suka mengacuhkanmu, agar hal itu bisa melecutmu bertumbuh lebih cepat lagi. Lagipula, pujian itu sepantasnya datang dari keinginan saya sendiri. Tidak pantas anda meminta pujian dari orang lain&#8221;.</p>
<p>&#8220;Anda lihat, ini sebenarnya hanyalah masalah sepele. Seandainya anda pada waktu itu tidak menghiraukan apa yang terjadi dan tetap menari, mungkin hari ini anda sudah menjadi penari kelas dunia.</p>
<p>MUNGKIN ANDA SAKIT HATI PADA WAKTU ITU, TAPI SAKIT HATI ANDA AKAN CEPAT HILANG BEGITU ANDA BERLATIH KEMBALI. TAPI SAKIT HATI KARENA PENYESALAN ANDA HARI INI TIDAK AKAN PERNAH BISA HILANG SELAMA- LAMANYA &#8230;&#8221;.</p>
</div>
<div><span style="font-family:verdana;font-size:small;"><a href="http://renungan-harian-kita.blogspot.com/search/label/Renungan%20tentang%20Kesabaran" target="_blank">source :</a></span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atap7.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atap7.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atap7.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atap7.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atap7.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atap7.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atap7.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atap7.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atap7.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atap7.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atap7.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atap7.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atap7.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atap7.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=133&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atap7.wordpress.com/2009/11/05/pencuri-impian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/393e47f8dbf185b5da60bddc8a48a3b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atap7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Last Kiss</title>
		<link>http://atap7.wordpress.com/2009/11/04/last-kiss/</link>
		<comments>http://atap7.wordpress.com/2009/11/04/last-kiss/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 08:37:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atap7</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atap7.wordpress.com/2009/11/04/last-kiss/</guid>
		<description><![CDATA[Rapat Direksi baru saja berakhir. Bob mulai bangkit berdiri dan menyenggol meja sehingga kopi tertumpah keatas catatan-catatannya. “Waduhhh,memalukan sekali aku ini, diusia tua kok tambah ngaco..” Semua orang ramai tergelak tertawa, lalu sebentar kemudian, kami semua mulai menceritakan Saat-saat yang paling menyakitkan dimasa lalu dulu. Gilirannya kini sampai pada Frank yang duduk terdiam mendengarkan kisah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=129&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-131" title="perahu dlm badai" src="http://atap7.files.wordpress.com/2009/11/perahu-dlm-badai.jpg?w=150&#038;h=150" alt="perahu dlm badai" width="150" height="150" />Rapat Direksi baru saja berakhir. Bob mulai bangkit berdiri dan menyenggol meja sehingga kopi tertumpah keatas catatan-catatannya.</p>
<p>“Waduhhh,memalukan sekali aku ini, diusia tua kok tambah ngaco..”</p>
<p>Semua orang ramai tergelak tertawa, lalu sebentar kemudian, kami semua mulai menceritakan Saat-saat yang paling menyakitkan dimasa lalu dulu.</p>
<p>Gilirannya kini sampai pada Frank yang duduk terdiam mendengarkan kisah lain-lainnya.</p>
<p>“Ayolah Frank, sekarang giliranmu. Cerita dong, apa saat yang paling tak enak bagimu dulu.” Frank tertawa, mulailah ia berkisah masa kecilnya.<span id="more-129"></span></p>
<p>“Aku besar di San Pedro. Ayahku seorang nelayan, dan ia cinta amat pada lautan. Ia punya kapalnya sendiri, meski berat sekali mencari mata pencaharian di laut. Ia kerja keras sekali dan akan tetap tinggal di laut sampai ia menangkap cukup ikan untuk memberi makan keluarga. Bukan cuma cukup buat keluarga kami sendiri, tapi juga untuk ayah dan ibunya dan saudara-saudara lainnya yang masih di rumah.”</p>
<p>Ia menatap kami dan berkata, “Ahhh, seandainya kalian sempat bertemu ayahku. Ia sosoknya besar, orangnya kuat dari menarik jala dan memerangi lautan demi mencari ikan. Asal kau dekat saja padanya, wuih, bau dia sudah mirip kayak lautan. Ia gemar memakai mantel cuaca-buruk tuanya yang terbuat dari kanvas dan pakaian kerja dengan kain penutup dadanya. Topi penahan hujannya sering ia tarik turun menutupi alisnya. Tak perduli berapapun ibuku mencucinya, tetap akan tercium bau lautan dan amisnya ikan.”</p>
<p>Suara Frank mulai merendah sedikit.</p>
<p>“Kalau cuaca buruk, ia akan antar aku ke sekolah. Ia punya mobil truk tua yang dipakainya dalam usaha perikanan ini. Truk itu bahkan lebih tua umurnya daripada ayahku. Bunyinya meraung dan berdentangan sepanjang perjalanan. Sejak beberapa blok jauhnya kau sudah bisa mendengarnya. Saat ayah bawa truk menuju sekolah, aku merasa menciut ke dalam tempat duduk, berharap semoga bisa menghilang. Hampir separuh perjalanan, ayah sering mengerem mendadak dan lalu truk tua ini akan menyemburkan suatu kepulan awan asap. Ia akan selalu berhenti di depan sekali, dan kelihatannya setiap orang akan berdiri mengelilingi dan menonton. Lalu ayah akan menyandarkan diri ke depan, dan memberiku sebuah ciuman besar pada pipiku dan memujiku sebagai anak yang baik. Aku merasa agak malu, begitu risih. Maklumlah, aku sebagai anak umur dua-belas, dan ayahku menyandarkan diri kedepan dan menciumi aku selamat tinggal!”</p>
<p>Ia berhenti sejenak lalu meneruskan, “Aku ingat hari ketika kuputuskan aku sebenarnya terlalu tua untuk suatu kecupan selamat tinggal. Waktu kami sampai kesekolah dan berhenti, seperti biasanya ayah sudah tersenyum lebar. Ia mulai memiringkan badannya kearahku, tetapi aku mengangkat tangan dan berkata, ‘Jangan, ayah.’ Itu pertama kali aku berkata begitu padanya, dan wajah ayah tampaknya begitu terheran.</p>
<p>Aku bilang, ‘Ayah, aku sudah terlalu tua untuk ciuman selamat tinggal.</p>
<p>Sebetulnya sudah terlalu tua bagi segala macam kecupan.’</p>
<p>Ayahku memandangiku untuk saat yang lama sekali, dan matanya mulai basah.</p>
<p>Belum pernah kulihat dia menangis sebelumnya. Ia memutar kepalanya, pandangannya menerawang menembus kaca depan. ‘Kau benar,’ katanya.</p>
<p>‘Kau sudah jadi pemuda besar……seorang pria. Aku tak akan menciumimu lagi.’”</p>
<p>Wajah Frank berubah jadi aneh, dan air mata mulai memenuhi kedua matanya, ketika ia melanjutkan kisahnya. “Tidak lama setelah itu, ayah pergi melaut dan tidak pernah kembali lagi. Itu terjadi pada suatu hari, ketika sebagian besar armada kapal nelayan merapat dipelabuhan, tapi kapal ayah tidak.Ia punya keluarga besar yang harus diberi makan.</p>
<p>Kapalnya ditemukan terapung dengan jala yang separuh terangkat dan separuhnya lagi masih ada dilaut.Pastilah ayah tertimpa badai dan ia mencoba menyelamatkan jala dan semua pengapung-pengapungnya.”</p>
<p>Aku mengawasi Frank dan melihat air mata mengalir menuruni pipinya.</p>
<p>Frank menyambung lagi, “Kawan-kawan, kalian tak bisa bayangkan apa yang akan kukorbankan sekedar untuk mendapatkan lagi sebuah ciuman pada pipiku….untuk merasakan wajah tuanya yang kasar……untuk mencium bau air laut dan samudra padanya…..untuk merasakan tangan dan lengannya merangkul leherku. Ahh, sekiranya saja aku jadi pria dewasa saat itu. Kalau aku seorang pria dewasa, aku pastilah tidak akan pernah memberi tahu ayahku bahwa aku terlalu tua ‘tuk sebuah ciuman selamat tinggal.”</p>
<p>Semoga kita tidak menjadi terlalu tua untuk menunjukkan cinta kasih kita…..</p>
<p><a href="http://rickyhandoko.wordpress.com/2008/12/08/last-kiss/#more-296" target="_blank">source :</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atap7.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atap7.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atap7.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atap7.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atap7.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atap7.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atap7.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atap7.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atap7.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atap7.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atap7.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atap7.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atap7.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atap7.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=129&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atap7.wordpress.com/2009/11/04/last-kiss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/393e47f8dbf185b5da60bddc8a48a3b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atap7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://atap7.files.wordpress.com/2009/11/perahu-dlm-badai.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">perahu dlm badai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Even Dog Has Best Friend</title>
		<link>http://atap7.wordpress.com/2009/11/03/even-dog-has-best-friend/</link>
		<comments>http://atap7.wordpress.com/2009/11/03/even-dog-has-best-friend/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 16:32:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atap7</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atap7.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Seekor anjing, berada di tengah jalan menjaga anjing lain yg mati karena tertabrak mobil. Dengan menggunakan kakinya, anjing tersebut berusaha membangunkan temannya.Dia terus berusaha mendorong temannya yg telah mati ke menepi ke sisi lain jalan, tetapi dia tidak sanggup melakukannya. Ketika orang-orang mau menolongnya, dia menyalak, mengusir mereka yg mendekati temannya yg telah mati.Walaupun lalulintas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=125&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-127" title="dog has love" src="http://atap7.files.wordpress.com/2009/11/dog-has-love.jpg?w=150&#038;h=150" alt="dog has love" width="150" height="150" />Seekor anjing, berada di tengah jalan menjaga anjing lain yg mati karena tertabrak mobil. Dengan menggunakan kakinya, anjing tersebut berusaha membangunkan temannya.Dia terus berusaha mendorong temannya yg telah mati ke menepi ke sisi lain jalan, tetapi dia tidak sanggup melakukannya. Ketika orang-orang mau menolongnya, dia menyalak, mengusir mereka yg mendekati temannya yg telah mati.Walaupun lalulintas padat, dia tetap tidak mau menjauh dari sahabatnya.Banyak orang yg menyaksikan kejadian dan sangat mengharukan, betapa seekor anjing saja bisa menunjukan kesetiaan terhadap sahabatnya&#8230;<span id="more-125"></span></p>
<p>Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda menghargai teman dan sahabat Anda selama Anda masih hidup?</p>
<p>Teman itu seperti balon, sekali dilepas mungkin kita tidak akan mendapatkannya kembali.</p>
<p>Terkadang kita terlalu mempermasalahkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Kita terlalu berpatokan pada prinsip &#8220;Yang salah harus meminta maaf pada yang benar.&#8221; Seringkali kita tidak mau meminta maaf pada sahabat kita hanya lantaran kita merasa paling benar sendiri atau gengsi. Padahal sebenarnya dalam bersahabat, tidak peduli siapapun yang salah, keduanya harus saling meminta maaf dan memaafkan.</p>
<p>Terkadang kita terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri hingga tidak sadar kalau kita tidak menghiraukan teman kita. Mungkin saat itu mereka sedang ada masalah dan butuh kita, sedangkan kita sendiri terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri. Kalau sudah begitu, jangan salahkan kalau Anda tidak akan punya sahabat sejati seumur hidup Anda.</p>
<p>Berikan yang terbaik kepada teman-teman dan sahabat-sahabat kita. Jangan kecewakan mereka. Berusahalah untuk menjadi seorang teman dan sahabat bagi orang lain. Jangan menuntut sahabat Anda. Hingga suatu hari ketika Anda tidak ada, maka akan ada banyak orang yang akan menangisi kepergian Anda.</p>
<p>(Sumber : www.rumahrenungan.com )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atap7.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atap7.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atap7.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atap7.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atap7.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atap7.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atap7.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atap7.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atap7.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atap7.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atap7.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atap7.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atap7.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atap7.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=125&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atap7.wordpress.com/2009/11/03/even-dog-has-best-friend/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/393e47f8dbf185b5da60bddc8a48a3b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atap7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://atap7.files.wordpress.com/2009/11/dog-has-love.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">dog has love</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebiasaan Melahirkan Keahlian</title>
		<link>http://atap7.wordpress.com/2009/11/01/kebiasaan-melahirkan-keahlian/</link>
		<comments>http://atap7.wordpress.com/2009/11/01/kebiasaan-melahirkan-keahlian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 11:31:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atap7</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atap7.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Di Tiongkok pada zaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah. Setelah semuanya siap, kemudian Sang Panglima memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=115&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Tiongkok pada zaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah.<span id="more-115"></span></p>
<p>Setelah semuanya siap, kemudian Sang Panglima memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya.</p>
<p>Panglima mulai menarik busur dan melepas satu persatu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa! Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran.</p>
<p>Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan, panglima berucap, &#8220;Rakyatku, lihatlah panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian?&#8221;</p>
<p>Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk, &#8220;Panglima memang hebat ! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih.&#8221;</p>
<p>Sontak panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Tukang minyak menjawab, &#8220;Tunggu sebentar!&#8221; Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah uang koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut!</p>
<p>Panglima dan rakyat tercengang. Mereka bersorak sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati, tukang minyak membungkukkan badan menghormat di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, &#8220;Itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian.&#8221;</p>
<p>Pendengar yang budiman,</p>
<p>Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu hikmah yaitu: betapa luar biasanya kekuatan kebiasaan. Habit is power!</p>
<p>Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.</p>
<p>Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses. Dan karakter sukses hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, &amp; lain sebagainya.</p>
<p>Mari kita siap melatih, memelihara, dan mengembangkan kebiasaan berpikir sukses dan bermental sukses secara berkesinambungan. Sehingga, karakter sukses yang telah terbentuk akan membawa kita pada puncak kesuksesan di setiap perjuangan kehidupan kita.</p>
<p>Sekali lagi: Kebiasaan yang diulang terus menerus, akan melahirkan keahlian!</p>
<p>Salam sukses luar biasa!!</p>
<p>(disadur dari buku Andrie Wongso: &#8220;16 Wisdom and Success, Classical Motivation Stories&#8221;)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atap7.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atap7.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atap7.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atap7.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atap7.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atap7.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atap7.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atap7.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atap7.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atap7.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atap7.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atap7.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atap7.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atap7.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=115&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atap7.wordpress.com/2009/11/01/kebiasaan-melahirkan-keahlian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/393e47f8dbf185b5da60bddc8a48a3b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atap7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inilah Cinta</title>
		<link>http://atap7.wordpress.com/2009/10/30/inilah-cinta/</link>
		<comments>http://atap7.wordpress.com/2009/10/30/inilah-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 18:54:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atap7</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atap7.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Para penumpang bus memandang penuh simpati ketika wanita muda berpenampilan menarik dan bertongkat putih itu dengan hati-hati menaiki tangga. Dia membayar sopir bus lalu, dengan tangan meraba-raba kursi, dia berjalan menyusuri lorong sampai menemukan kursi yang tadi dikatakan kosong oleh si sopir. kemudian ia duduk, meletakkan tasnya dipangkuannya dan menyandarkan tongkatnya pada tungkainya. &#160; Setahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=112&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>Para penumpang bus memandang penuh simpati ketika wanita muda berpenampilan menarik dan bertongkat putih itu dengan hati-hati menaiki tangga. Dia membayar sopir bus lalu, dengan tangan meraba-raba kursi, dia berjalan menyusuri lorong sampai menemukan kursi yang tadi dikatakan kosong oleh si sopir. kemudian ia duduk, meletakkan tasnya dipangkuannya dan menyandarkan tongkatnya pada tungkainya.<span id="more-112"></span>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setahun sudah lewat sejak Susan, 34, menjadi buta. Gara-gara salah diagnosa dia kehilangan penglihatannya dan terlempar kedunia yang gelap gulita, penuh amarah, frustrasi dan rasa kasihan pada diri sendiri.</p>
<p>Sebagai wanita yang independen, Susan merasa terkutuk oleh nasib mengerikan yang membuatnya kehilangan kemampuan, merasa tak berdaya dan menjadi beban bagi semua orang disekelilingnya.</p>
<p>“Bagaimana mungkin ini bisa terjadi padaku?” dia bertanya-tanya, hatinya mengeras karena marah. Tetapi, betapapun seringnya ia menangis atau menggerutu atau berdoa, dia mengerti kenyataan yang menyakitkan itu penglihatannya takkan pernah pulih lagi.</p>
<p>Depresi mematahkan semangat Susan yang tadinya selalu optimis. Mengisi waktu seharian kini merupakan perjuangan berat yang menguras tenaga dan membuatnya frustrasi. Dia menjadi sangat bergantung pada Mark, suaminya. Mark seorang perwira Angkatan Udara. Dia mencintai Susan dengan tulus.</p>
<p>Ketika istrinya baru kehilangan penglihatannya, dia melihat bagaimana Susan tenggelam dalam keputusasaan. Mark bertekad untuk membantunya menemukan kembali kekuatan dan rasa percaya diri yang dibutuhkan Susan untuk menjadi mandiri lagi. Latar belakang militer Mark membuatnya terlatih untuk menghadapi berbagai situasi darurat, tetapi dia tahu, ini adalah pertempuran yang paling sulit yang pernah dihadapinya.</p>
<p>Akhirnya Susan merasa siap bekerja lagi. Tetapi, bagaimana dia akan bisa ke kantornya? Dulu Susan biasa naik bus, tetapi sekarang terlalu takut untuk pergi ke kota sendirian. Mark menawarkan untuk mengantarkannya setiap hari, meskipun tempat kerja mereka terletak dipinggir kota yang berseberangan.</p>
<p>Mula &#8211; mula, kesepakatan itu membuat Susan nyaman dan Mark puas karena bisa melindungi istrinya yang buta, yang tidak yakin akan bisa melakukan hal-hal paling sederhana sekalipun. Tetapi, Mark segera menyadari bahwa pengaturan itu keliru membuat mereka terburu-buru, dan terlalu mahal. Susan harus belajar naik bus lagi, Mark menyimpulkan dalam hati. tetapi, baru berpikir untuk menyampaikan rencana itu kepada Susan telah membuatnya merasa tidak enak.</p>
<p>Susan masih sangat rapuh, masih sangat marah. Bagaimana reaksinya nanti? Persis seperti dugaan Mark, Susan ngeri mendengar gagasan untuk naik bus lagi. “Aku buta!” tujasnya dengan pahit. “Bagaimana aku bisa tahu kemana aku pergi? Aku merasa kau akan meninggalkanku” Mark sedih mendengar kata-kata itu, tetapi ia tahu apa yang harus dilakukan. Dia berjanji<br />
bahwa setiap pagi dan sore, ia akan naik bus bersama Susan, selama masih diperlukan, sampai Susan hafal dan bisa pergi sendiri.</p>
<p>Dan itulah yang terjadi. Selama 2 minggu penuh Mark, menggunakan seragam militer lengkap, mengawal Susan ke dan dari tempat kerja, setiap hari. Dia mengajari Susan bagaimana menggantungkan diri pada indranya yang lain, terutama pendengarannya, untuk menemukan dimana ia berada dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru.</p>
<p>Dia menolong Susan berkenalan dan berkawan dengan sopir-sopir bus dan menyisakan 1 kursi kosong untuknya. Dia membuat Susan tertawa, bahkan pada hari-hari yang tidak terlalu menyenangkan ketika Susan tersandung dari bus, atau menjatuhkan tasnya yang penuh berkas di lorong bus. Setiap pagi mereka berangkat bersama-sama, setelah itu Mark akan naik taksi ke kantornya.</p>
<p>Meskipun pengaturan itu lebih mahal dan melelahkan daripada yang pertama, Mark yakin bahwa hanya soal waktu sebelum Susan mampu naik bus tanpa dikawal. Mark percaya kepadanya, percaya kepada Susan yang dulu dikenalnya sebelum wanita itu kehilangan penglihatannya, wanita yang tidak pernah takut menghadapi tantangan apapun dan tidak akan pernah menyerah.</p>
<p>Akhirnya, Susan memutuskan bahwa dia siap untuk melakukan perjalanan itu seorang diri. Tibalah hari senin. Sebelum berangkat, Susan memeluk Mark yang pernah menjadi kawannya 1 bus dan sahabatnya yang terbaik. Matanya berkaca-kaca, penuh air mata syukur karena kesetiaan, kesabaran dan cinta Mark. Dia mengucapkan selamat berpisah. Untuk pertama kalinya mereka pergi kearah yang berlawanan.</p>
<p>Senin, Selasa, Rabu, Kamis … Setiap hari dijalaninya dengan sempurna. Belum pernah Susan merasa sepuas itu. Dia berhasil ! Dia mampu berangkat kerja tanpa dikawal. Pada hari Jum’at pagi, seperti biasa Susan naik bus ke tempat kerja. Ketika dia membayar ongkos bus sebelum turun, sopir bus itu berkata :”wah, aku iri padamu”. Susan tidak yakin apakah sopir itu bicara kepadanya atau tidak. Lagipula, siapa yang bisa iri pada seorang wanita buta yang sepanjang tahun lalu berusaha menemukan keberanian untk menjalani hidup?</p>
<p>Dengan penasaran, dia berkata kepada sopir, “Kenapa kau bilang kau iri kepadaku?” Sopir itu menjawab, “Kau pasti senang selalu dilindungi dan dijagai seperti itu”. Susan tidak mengerti apa maksud sopir itu. Sekali lagi dia bertanya.”Apa maksudmu?” Kau tahu minggu kemarin, setiap pagi ada seorang pria tampan berseragam militer berdiri di sudut jalan dan mengawasimu waktu kau turun dari bus. Dia memastikan bahwa kau menyeberang dengan selamat dan dia mengawasimu terus sampai kau masuk ke kantormu. Setelah itu dia meniupkan ciuman, memberi hormat ala militer, lalu pergi. Kau wanita yang beruntung”. kata sopir itu.</p>
<p>Air mata bahagia membasahi pipi Susan. Karena meskipun secara fisik tidak dapat melihat Mark, dia selalu bisa memastikan kehadirannya. Dia beruntung, sangat beruntung, karena Mark memberikannya hadiah yang jauh lebih berharga daripada penglihatan, hadiah yang tak perlu dilihatnya dengan matanya untuk meyakinkan diri, hadiah cinta yang bisa menjadi penerang dimanapun ada kegelapan.</p>
</div>
<div><a href="http://renungan-kristen.blogspot.com/2008/02/inilah-cinta.html" target="_blank">source :</a></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atap7.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atap7.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atap7.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atap7.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atap7.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atap7.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atap7.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atap7.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atap7.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atap7.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atap7.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atap7.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atap7.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atap7.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=112&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atap7.wordpress.com/2009/10/30/inilah-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/393e47f8dbf185b5da60bddc8a48a3b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atap7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Foto di Atas Meja</title>
		<link>http://atap7.wordpress.com/2009/10/28/foto-di-atas-meja/</link>
		<comments>http://atap7.wordpress.com/2009/10/28/foto-di-atas-meja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 15:59:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atap7</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atap7.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Seorang artis pencandu obat-obatan dan divonis oleh dokter bahwa dia terkena virus HIV, kini tergolek sekarat di rumahnya. Seorang teman datang untuk menghibur dan mencoba menguatkan imannya. Namun dosa-dosa yang telah diperbuat sang artis ini telah membutakan nya sehingga dia merasa sangat putus asa. &#8220;Aku berdosa&#8217;, katanya. &#8220;Aku telah menghancurkan hidupku sendiri dan kehidupan banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=106&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang artis pencandu obat-obatan dan divonis oleh dokter bahwa dia terkena virus HIV, kini tergolek sekarat di rumahnya. Seorang teman datang untuk menghibur dan mencoba menguatkan imannya. Namun dosa-dosa yang telah diperbuat sang artis ini telah membutakan nya sehingga dia merasa sangat putus asa. &#8220;Aku berdosa&#8217;, katanya. &#8220;Aku telah menghancurkan hidupku sendiri dan kehidupan banyak orang di sekelilingku. Sekarang aku tersiksa dan tidak ada lagi yang bisa aku perbuat untuk memperbaikinya. Aku akan masuk neraka.&#8221;<span id="more-106"></span></p>
<p>Temannya ini meihat ada sebuah potret gadis kecil yang cantik dan lucu dengan figura indah di atas meja kecil di samping tempat tidur sang artis. Lalu dia bertanya,&#8221;Foto siapa ini?&#8221;</p>
<p>Mendengar pertanyaan itu, si artis bangkit semangatnya dan menjawab dengan antusias, &#8221; Itu putriku. Dia adalah mutiara hidupku. Satu-satunya yang terindah yang aku miliki.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apakah kamu akan menolongnya jika dia mendapat kesulitan atau apakah kamu memaafkannya apabila dia melakukan kesalahan. Apakah kamu masih menyayanginya?&#8221;, tanya sang teman.</p>
<p>&#8220;Tentu saja,&#8221; jawab sang artis. &#8220;Aku akan melakukan apapun demi dia. Mengapa kamu bertanya seperti ini?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya ingin kamu tahu bahwa Allah juga punya foto dirimu di atas mejanya.&#8221;</p>
<p>Sang artis tersentak. Sudah lama ia tidak mendengar kata Allah dan bahkan tidak pernah mengucapkannya.</p>
<p>Saudara, mengapa kita sering menghakimi diri kita sendiri dengan tuduhan-tuduhan yang kejam, dengan pikiran-pikiran yang jelek? Kalau kita saja menghakimi diri sendiri seperti itu, bagaimana dengan orang lain? Apakah kita lupa, bahwa kita ini milik kepunyaan Allah? Apakah kita lupa pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib adalah untuk membuktikan kepada kita bahwa kita ini berharga dan mulia. Kita sangat sangat dikasihi-Nya. Seburuk apapun kesalahan dan pelanggaran kita, Allah mau mengampuninya. Kasih-Nya menutupi semuanya. Kasih-Nya tulus, yang dibuktikanNya dengan datang sebagai Bayi kecil, kemudian Dia mencurahkan darah-Nya untuk menebus kita dan menguduskan kita sekali untuk selamanya. Dia bukan hanya mempunyai foto diri kita, tapi juga keseluruhan hidup kita. Kita harus bersyukur karena kita terpahat ditanganNya.<br />
Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku. (Yesaya 49:15-16)</p>
<p><a href="http://renungan-kristen.blogspot.com/" target="_blank">source :</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atap7.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atap7.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atap7.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atap7.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atap7.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atap7.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atap7.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atap7.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atap7.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atap7.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atap7.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atap7.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atap7.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atap7.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=106&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atap7.wordpress.com/2009/10/28/foto-di-atas-meja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/393e47f8dbf185b5da60bddc8a48a3b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atap7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Delapan Kebohongan Ibu</title>
		<link>http://atap7.wordpress.com/2009/10/28/delapan-kebohongan-ibu/</link>
		<comments>http://atap7.wordpress.com/2009/10/28/delapan-kebohongan-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 03:57:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atap7</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atap7.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=100&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-104" title="CB106347" src="http://atap7.files.wordpress.com/2009/10/mama.jpg?w=150&#038;h=150" alt="CB106347" width="150" height="150" />Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA<span id="more-100"></span></p>
<p>Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA</p>
<p>Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA</p>
<p>Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT</p>
<p>Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA</p>
<p>Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM</p>
<p>Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH</p>
<p>Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.</p>
<p>Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.</p>
<p><a href="http://reeleks.wordpress.com/2009/10/20/delapan-kebohongan-ibu/" target="_blank">source :</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atap7.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atap7.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atap7.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atap7.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atap7.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atap7.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atap7.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atap7.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atap7.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atap7.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atap7.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atap7.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atap7.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atap7.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=100&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atap7.wordpress.com/2009/10/28/delapan-kebohongan-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/393e47f8dbf185b5da60bddc8a48a3b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atap7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://atap7.files.wordpress.com/2009/10/mama.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">CB106347</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bumi 1000 Tahun Yang Akan Datang</title>
		<link>http://atap7.wordpress.com/2009/10/27/bumi-1000-tahun-yang-akan-datang/</link>
		<comments>http://atap7.wordpress.com/2009/10/27/bumi-1000-tahun-yang-akan-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 03:48:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atap7</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jokes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atap7.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Inilah wajah dunia kita menurut versi Virtual Time Machine ver 4.0 yang diluncurkan beberapa minggu silam.. Dunia Kita dalam Prediksi Sains Modern 2010 Bangunan pertama dibuat di Bulan 2011 Penduduk dunia mencapai 7 miliar. Tranplantasi organ semakin populer 2012 Setelah menempuh perjalanan 6 bulan, manusia akhirnya sampai ke Mars, planet dambaan. 2015 Integrasi komputer-biologi mencapai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=91&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inilah wajah dunia kita menurut versi Virtual Time Machine ver 4.0 yang diluncurkan beberapa minggu silam..</p>
<p>Dunia Kita dalam Prediksi Sains Modern</p>
<p>2010</p>
<p>Bangunan pertama dibuat di Bulan</p>
<p>2011<span id="more-91"></span></p>
<p>Penduduk dunia mencapai 7 miliar. Tranplantasi organ semakin populer</p>
<p>2012</p>
<p>Setelah menempuh perjalanan 6 bulan, manusia akhirnya sampai ke Mars, planet dambaan.</p>
<p>2015</p>
<p>Integrasi komputer-biologi mencapai tahap sempurna</p>
<p>2016</p>
<p>Perjalanan New York-London hanya ditempuh 1 jam dengan pesawat tercepat.</p>
<p>2017</p>
<p>Rencana perkampungan pertama dibangun di bulan.</p>
<p>2018</p>
<p>Mata uang internasional pertama diperkenalkan.</p>
<p>2020</p>
<p>Robot rumah semakin populer. Pasar-pasar swalayan di Jedah dan Riyadh selalu kehabisan stok robot-robot wanita. Hotel pertama di ruang Angkasa dibuat.</p>
<p>2022</p>
<p>Populasi ruang angkasa mencapai 100 orang</p>
<p>2025</p>
<p>Robot-manusia mulai diciptakan.</p>
<p>2027</p>
<p>Tempat tinggal permanen di Mars mulai dibangun.</p>
<p>2033</p>
<p>Penggunaan mobil dilarang di seluruh kota besar, persis sama ketika Pemda DKI melarang penggunaan becak. Sebagai gantinya, air-car atau mobil terbang.</p>
<p>2036</p>
<p>Hovercars (mobil terbang) sudah mulai digunakan untuk travel internasional.</p>
<p>2045</p>
<p>Populasi ruang angkasa mencapai 1000 orang</p>
<p>2050</p>
<p>Anti-gravitasi ditemukan.</p>
<p>2063</p>
<p>Perjalanan dengan kecepatan cahaya mulai diperkenalkan.</p>
<p>2065</p>
<p>Populasi ruang angkasa mencapai 10.000 orang. Sebagian besar tinggal dihotel-hotel ruang angkasa.</p>
<p>2080</p>
<p>Kota pertama di orbit Bumi dibangun.</p>
<p>2100</p>
<p>Sebagian besar penyakit abad ke-21, termasuk AIDS, telah dinyatakan non-exist.</p>
<p>2113</p>
<p>Bumi memiliki satu pemerintahan. Tidak ada lagi batas-batas negara. Timor-Timur tetap meminta wilayahnya sendiri yang independen.</p>
<p>2120</p>
<p>Populasi ruang angkasa mencapai 1 juta orang.</p>
<p>2150</p>
<p>Teleportasi quantum mulai diperkenalkan.</p>
<p>2200</p>
<p>Populasi ruang angkasa mencapai miliaran, Bumi semakin sepi.</p>
<p>2300</p>
<p>Titan, Mars, dan Bulan menjadi koloni manusia.</p>
<p>2500</p>
<p>Perjalanan antar-bintang mulai diperkenalkan. Beberapa galaksi Baru Yang diduga memiliki kehidupan lain ditemukan.</p>
<p>31 Desember 2999</p>
<p>Seluruh manusia menunggu kedatangan hari kiamat.</p>
<p>1 Januari 3000</p>
<p>Hari kiamat tidak terjadi. Manusia bersorak gembira.</p>
<p>3264</p>
<p>Alien pertama ditemukan di sebuah planet dalam sistem galaksi sperikal. Bukan makhluk cerdas, tapi “seekor” makhluk mirip ikan dan bunglon yang hidup di rawa-rawa planet itu.</p>
<p>3265</p>
<p>Akhirnya fosil ANDA dan SAYA ditemukan, setelah berabad-abad menghilang sejak membaca postingan ini….</p>
<h3><span style="font-weight:normal;font-size:13px;"> <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /> <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=974755"><em><strong> </strong></em>Sumber Inspirasi</a></span></h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atap7.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atap7.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atap7.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atap7.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atap7.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atap7.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atap7.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atap7.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atap7.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atap7.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atap7.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atap7.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atap7.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atap7.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atap7.wordpress.com&amp;blog=9193632&amp;post=91&amp;subd=atap7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atap7.wordpress.com/2009/10/27/bumi-1000-tahun-yang-akan-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/393e47f8dbf185b5da60bddc8a48a3b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atap7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
